Hati-hati, jangan asal mendownload antivirus gratis di internet. Sebab bisa saja justru itu adalah virus yang tengah menyamar. Kasus terbaru menyebutkan, ada varian yang mendompleng Microsoft Security Essential, anti virus besutan Microsoft.
Menurut analis dari Vaksincom, Adang Jauhar Taufik, varian virus yang kini tengah menjadi buah bibir tersebut bernama W32/Bredolab.GY. Norman Security Suite mengenalinya sebagai W32/FakeAV. Virus ini mempunyai tugas untuk membuka port dan melakukan koneksi ke website yang telah ditentukan kemudian mendownload trojan atau virus lain.
"Virus ini juga akan mendownload dan menginstal sebuah program anti virus palsu dengan nama 'Security Essentials 2010' secara otomatis, jika Anda melihat tampilannya juga tidak akan percaya bahwa anti virus tersebut sebenarnya adalah virus yang memalsukan dirinya sebagai anti virus," paparnya, kepada detikINET, Kamis (12/8/2010).
Tentu saja, jika dilihat dari namanya yang sama dengan antivirus kepunyaan Microsoft, virus ini dapat dengan mudah menipu korbannya. Hanya saja, perbedaannya di antara keduanya dapat dibedakan dari segi tampilan.
Selain itu untuk mendapatkan versi full dari program 'Security Essentials 2010' gadungan ini, Anda bakal ditawarkan untuk melakukan pembelian terlebih dahulu. Padahal, 'Microsoft Security Essentials' yang asli adalah program gratis yang dikeluarkan langsung oleh Microsoft.
Anti virus palsu yang diinstal oleh W32/Bredolab.GY ini memang cukup menarik perhatian. Apalagi ia akan menampilkan beberapa nama virus 'berbahaya' yang berhasil dikenali serta peringatan-peringatan lain yang mengiformasikan adanya upaya dari pihak luar yang mencoba untuk menyusup ke dalam komputer yang berhasil ditangkal oleh Firewall palsu dari antivirus tersebut.
"Untuk menarik perhatian korban, W32/akan menampilkan beberapa peringatan palsu berupa hasil deteksi virus dilengkapi dengan tingkat risiko dari virus tersebut lengkap dengan tombol pembersih (Remove Threats). Jika user memilih tombol tersebut maka W32/FakeAV akan menampilkan sebuah layar konfirmasi yang mengharuskan Anda untuk melakukan aktivasi/register program tersebut terlebih dahulu. Jika user tidak memiliki kode aktivasi, W32/FakeAV akan menyediakan tombol bantu lain untuk mendapatkan kode aktivasi yakni 'Get License'," jelas Adang.
Nah, jika user mengklik tombol tersebut maka W32/FakeAV akan menggiring korban untuk mengisi sederetan kolom-kolom yang akan ditampilkan oleh website yang sudah dipersiapkan yang merupakan website jebakan dengan dalih untuk mendapatkan produk 'full version'. Tentu saja, sebaiknya jangan Anda isi, karena bukan antivirus palsu tersebut yang Anda dapatkan melainkan sejumlah uang akan melayang dengan percuma tanpa bisa membersihkan virus tersebut.
Bahkan untuk lebih meyakinkan lagi, lanjutnya, antivirus palsu ini juga mempunyai fasilitas untuk update virus definisi layaknya antivirus sesungguhnya.
Untuk mengelabui user, W32/Bredolab.GY akan menggunakan rekayasa sosial dengan memanfaatkan icon MS.Word dengan ekstensi EXE. Virus ini akan dikompresi dengan menggunakan UPX dan mempunyai ukuran sekitar 50 KB, sedangkan sebelum dikompres mempunyai ukuran 76 KB.
"Agar tidak mudah dibersihkan oleh user, W32/FakeAV akan melumpuhkan beberapa fungsi Windows seperti Task Manager, Registry Editor atau CMD. Selain itu ia akan blok sederetan proses yang mempunyai nama tertentu dengan menampilkan peringatan 'palsu' seolah-olah file tersebut telah terinfeksi virus," Adang menandaskan.
Tuesday, August 17, 2010
Anti Virus Microsoft Didomplengi Virus
Posted by Unknown 0 comments
Labels: anti virus, anti virus palsu, fake antivirus, microsoft security essentials, servis laptop panggilan
Friday, April 16, 2010
Program Jahat Pengguna Twitter Kembali Muncul
Jakarta - Sebuah program jahat yang unik sempat muncul di bulan Desember 2009. Program ini secara otomatis memanfaatkan trending topic Twitter dalam beraksi. Maret 2010, program jahat itu kembali muncul.
Program jahat itu bernama Twetti.a, sebuah trojan downloader yang akan mengangkut program jahat dari internet ke dalam komputer korbannya. Seperti dikutip detikINET dari keterangan tertulis, Kamis (8/4/2010), Twetti.A kembali dalam nomor 14 di daftar Top 20-nya Kaspersky untuk Maret 2010.
Uniknya Twetti.a adalah dari cara kerjanya mengelabui calon korban. Program jahat ini memanfaatkan Application Programming Interface (API) dari Twitter.
Twetti.a menggunakan API itu untuk mengakses trending topic di Twitter. Kata kunci dari data itu kemudian dicocokkan dengan sekumpulan nama domain yang sudah dimiliki oleh pelaku. Bagian utama dari program jahat itu juga berada di situs yang dimaksud.
Akibat dari metode ini, tautan dari Twetti.a ke situs itu akan menyerupai topik yang sedang ramai diperbincangkan di Twitter. Lebih menariknya lagi, tautan dan domain itu dibuat secara on the fly dengan memanfaatkan Twitter.
Twetti.a memanfaatkan 'agen' bernama Pdfka.bub (No. 15 dalam daftar), sebuah file PDF yang terinfeksi. File PDF beracun ini akan disisipkan ke komputer korban melalui metode drive-by, yaitu berusaha masuk secara otomatis saat korban mengunjungi situs tertentu.
Daftar Top 20 Kaspersky versi pertama mencatatkan berbagai program jahat, termasuk AdWare dan program yang dianggap mengganggu atau tak diinginkan. Berikut adalah data lengkapnya:
- Net-Worm.Win32.Kido.ir
- Virus.Win32.Sality.aa
- Net-Worm.Win32.Kido.ih
- Net-Worm.Win32.Kido.iq
- Worm.Win32.FlyStudio.cu
- Trojan-Downloader.Win32.VB.eql
- Trojan.Win32.AutoRun.abj
- Virus.Win32.Virut.ce
- Packed.Win32.Krap.l
- Worm.Win32.AutoIt.tc
- Worm.Win32.Mabezat.b
- Exploit.JS.Aurora.a
- Packed.Win32.Krap.as
- Trojan.Win32.AutoRun.aay
- Trojan-Dropper.Win32.Flystud.yo
- Virus.Win32.Induc.a
- not-a-virus:AdWare.Win32.RK.aw
- Trojan.Win32.AutoRun.abd
- not-a-virus:AdWare.Win32.Boran.z
- not-a-virus:AdWare.Win32.FunWeb.q
Daftar kedua Top 20 Kaspersky untuk Maret 2010 adalah program jahat yang berada di halaman web dan siap menyusup ke komputer korbannya. Berikut adalah daftarnya:
- Trojan-Downloader.JS.Gumblar.x
- Exploit.JS.CVE-2010-0806.i
- Trojan.JS.Redirector.l
- Trojan-Clicker.JS.Iframe.ea
- Exploit.JS.Aurora.a
- Trojan.JS.Agent.aui
- not-a-virus:AdWare.Win32.Boran.z
- Trojan.HTML.Fraud.aj
- Packed.Win32.Krap.as
- Exploit.JS.CVE-2010-0806.b
- Trojan.JS.FakeUpdate.ab
- Trojan.HTML.Fraud.aq
- Packed.Win32.Krap.ai
- Trojan-Downloader.JS.Twetti.a
- Exploit.JS.Pdfka.bub
- Trojan-Downloader.JS.Iframe.byo
- Trojan.JS.FakeUpdate.aa
- not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.l
- Trojan-Clicker.HTML.IFrame.fh
- Packed.Win32.Krap.ao
Posted by Unknown 0 comments
Labels: anti virus, antivirus symantec kaspersky, service netbook panggilan, servis laptop jakarta, trojan downloader, twitter, virus
Indonesia 'Kebanjiran' Virus Asing
Jakarta - Serangan malware (program jahat) selama kuartal 1 2010 lebih didominasi oleh virus asing. Meski virus jawara -- Autorun -- merupakan virus lokal, namun karena banyaknya varian Autorun sehingga menyebabkan batas antara virus lokal dan virus asing menjadi kabur. Yang jelas, virus lokal hanya tersisa Lightmoon di peringkat 12.
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian para pengguna komputer Indonesia adalah naiknya peringkat virus TDSS yang sebenarnya mewakili Rogue Antivirus (antivirus gadungan) dan satu virus yang sempat menggemparkan dunia internet, yakni Zeus Botnet yang sudah hadir di Indonesia.
Virus Autorun memimpin serbuan program jahat di Indonesia dengan persentase 57,65%. Hal ini tidak mengherankan, lantaran virus Autorun memiliki varian sangat banyak yang menurut database Norman sudah mencapai 37.377 varian L.
Beberapa varian Autorun yang terdeteksi oleh Vaksincom adalah INI/Autorun.CYJ, Autorun.inf, BAT/Autorun.BO, Autorun.LEU, INF/Autorun.Y dan sebagai tambahan catatan beberapa virus lain seperti Sohanad, peringkat 10 (0,39 %) juga memanfaatkan Autorun untuk menyebarkan dirinya.
Peringkat dua dihuni oleh Veteran yang juga sudah wara wiri di Indonesia sejak tahun 2008, Alman (18,58 %). Virus Alman termasuk kelas virus generasi awal yang memanfaatkan file .dll sebagai file induknya.
Seperti kita ketahui, DLL (Dynamic Link Library) adalah sistem file yang digunakan oleh sistem operasi Microsoft Windows. Dengan file bernama wmdrtc32.dll dan wmdrt32.dl_ yang akan disembunyikan ini bertugas untuk menginjeksi file-file .exe lain seperti explorer.exe sehingga langkah yang harus dilakukan dalam membersihkan virus ini adalah mengeluarkan Alman dari file .exe yang diinjeksinya (umumnya ukuran file yang diinjeksi Alman akan bertambah 40 KB dan 68 KB).
Tetapi hal ini tidak cukup karena harus diikuti dengan langkah berikutnya mendeteksi dan membasmi file .dll yang berjalan secara hidden dan tidak dapat ditemukan jika anda menggunakan Process Explorer. Bagi pengguna NSS Pro, anda dapat Advance System Reporter yang terintegrasi pada Intrusion guard.
Ibarat Ferrari
Peringkat 3 dihuni oleh muka baru tetapi pemain lama, W32/TDSS (16,24%) dan variannya yang terdeteksi paling banyak terdeteksi menyerang adalah W32/TDSS.drv.gen7.
Virus TDSS sebenarnya merupakan trojan yang sangat sering ditemukan (kemungkinan besar di instal oleh) Rogue antivirus dan Alureon. Sekali berhasil menginfeksi komputer, TDSS akan menyebabkan program antivirus menjadi korup (rusak) dan TDSS juga menggunakan teknik rootkit untuk menyembunyikan dirinya.
Jika Anda menggunakan Security Task Manager untuk membasmi virus ini, asal tahu saja proses ini tidak akan dapat Anda hentikan karena proses ini hanya terlihat di safemode. Jadi ibaratnya melihat mobil Ferrari lewat, you can see but you cannot touch.
Peringkat 4 dihuni oleh Conficker dengan infeksi (1,43%) diikuti oleh Obfuscated di peringkat 5 (1,35 %). Salah satu varian virus Obfuscated yang sangat populer dan memakan banyak korban adalah W32/Obfuscated.D2!genr yang memalsukan pesan seolah-olah dari administrator Facebook dan mengarahkan korbannya ke situs palsu (web forgery) yang sangat mirip dengan situs login Facebook dengan tujuan mendapatkan Username dan Password Facebook korbannya.
Keluarga Smalltroj berada di peringkat 6 dengan 0,94%. Adapun varian Smalltroj yang banyak ditemui di Indonesia adalah SmallTroj.NBRB, W32/SmallTroj.WOYL dan SmallTroj.BHEZ. SmallTroj sebenarnya diawali oleh virus lama yang wara wiri sejak tahun 2007 dan variannya tetap bertambah sampai hari ini.
Peringkat 7 sampai 10 dihuni oleh Suspicious (0,89%) diikuti oleh malware yang mengubah Title Internet Explorer IETitle di peringkat 8 (0,60%). OnLineGames yang sempat menjajah pengguna internet Indonesia masih tetap masuk Top 10, di peringkat 9 (0,39%) diikuti oleh Sohanad pada peringkat buncit (0,39%).
Berikut statistik virus kuartal 1 2010 menurut Vaksincom:
1. Autorun, 58.318 (insiden) , 57,65%
2. Alman, 18.791, 18,58%
3. TDSS, 16.429, 16,24%
4. Conficker, 1.444, 1,43%
5. Obfuscated, 1.368, 1,35%
6. Smalltroj, 949, 0,94%
7. Suspicious, 903, 0,89%
8. IETitle, 602, 0,60%
9. OnLineGames, 396, 0,39%
10. Sohanad, 390, 0,39%
11. Zbot, 359, 0,35%
12. Lightmoon, 268, 0,26%
13. Lainnya, 933, 0,92% ( ash / ash )
Posted by Unknown 0 comments
Labels: anti virus, download free, service notebook, service panggilan, servis netbook, vaksin, virus indonesia
Monday, February 22, 2010
Spam Report Januari : Banyak Website Obat Online Palsu
Pada bulan Desember 2009, wilayah Asia Pasifik Jepang (APJ) dan Amerika Selatan telah mengambil pangsa spam yang biasanya dipimpin oleh wilayah Amerika Utara dan EMEA. Fakta tersebut CHIP ambil langsung dari Laporan Bulanan yang secara rutin dikirimkan oleh Symantec. Ukuran spam yang dikirimkan oleh para penjahat maya tersebut pun bervariasi. Symantec mencatat kalau rata-rata ukuran pesan yang ada di antara 2kb – 5kb meningkat sebesar 7%. Sedangkan ukuran pesan 5kb-10kb menurun sebesar 6% pada Desember 2009.
Symantec juga mencatat beberapa tren malware yang ditaruh pada pesan spam. Liburan Natal kemarin juga menjadi momen berharga bagi para spammer. Mereka mengirimkan berbagai macam kartu Natal yang berisi Malware. Bukan kartu Natal yang korbannya dapatkan, melainkan berbagai macam penawaran, mulai dari barang tiruan, produk obat-obatan online, hingga jenis scam Nigeria. Penting untuk diingat bahwa pesan spam ini bisa dengan mudah dirubah menjadi phising/email penipuan. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat perubahan kecil pada sumber pesan email tersebut.
Pada Desember 2009, subyek teratas yang digunakan spammer didominasi oleh campuran spam tipe Nigeria dan obat-obatan online. Hal ini berhubungan dengan meningkat dua kali lipatnya kategori “kesehatan” dari 8% pada November 2009 menjadi 16% pada Desember 2009. Sementara itu, spam NDR bounce, yang muncul pada daftar bulan sebelumnya, rata-rata mencapai 1.28% dari keseluruhan spam (mencapai 2.23% pada November). Pesan spam berisi malware juga menurun, rata-rata sebesar 0.32% dari keseluruhan pesan spam (mencapai 1.35% pada November).
Pesan spam dengan IP bajakan meningkat 3 kali lipat lebih pada Desember 2009, dibandingkan dengan volume pada November 2009. Meskipun tipe serangan ini porsinya sangat kecil dalam keseluruhan pesan spam, ada beberapa saat tertentu di bulan Desember di mana spam jenis “dotted quad” menyumbangkan persentase yang signifikan. Sebagai contoh, spam tersebut pernah menyumbang sebesar 25% dari keseluruhan spam pada jam 6:00 pagi PST pada 24 Desember.
Para peneliti Symantec menyelidiki kenaikan tajam tersebut dan menemukan penyebab sebenarnya diantara pesan spam tersebut. Serangan spam tertentu yang mengarahkan pengguna ke situs obat-obatan online dalam kampanyenya menggunakan IP bajakan. Seperti biasa, pengguna tidak yakin apakah obat-obatan tersebut asli kalaupun pada akhirnya benar-benar dikirim. Lebih buruk lagi, kemungkinan besar pengguna yang memesan melalui situs tersebut akan menjadi korban pencurian identitas. Para pengguna disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter mereka sendiri untuk masalah-masalah kesehatan mereka.
Posted by Unknown 0 comments
Labels: anti virus, email spam, phising, service komputer panggilan, servis computer, symantec, website palsu
Friday, December 4, 2009
Virus Kido Melemah, Trojan Dropper Mendominasi

JAKARTA, KOMPAS Laporan serangan malware yang terakhir dikeluarkan Kaspersky Lab menunjukkan serangan Kido atau sering dikenal dengan nama Conficker tak lagi berada di peringkat teratas ancaman di Indonesia. Saat ini posisi telah diambil alih Trojan Dropper.
Trojan-Dropper.Win32.Agent.bihc mendominasi 31,46 persen serangan di Indonesia diikuti Packed.Win32.TDSS.z sebesar 19,79 persen. Dari sekian banyak varian Kido yang pernah mengancam tinggal satu yang masuk dalam sepuluh besar yakni Net-Worm.Win32.Kido.ih dengan jumlah serangan sebesar 17,43 persen.
Datar tersebut merupakan data serangan yang dikumpulkan dari server Kaspersky berdasarkan jumlah serangan yang dikirimkan ke Kaspersky Security Network melalui interaksi antar peserta user dari masing-masing negara. Untuk menyeleksinya menjadi Top 100, setiap deteksi malware berdasarkan negara membutuhkan serangan kepada koleksi server Kaspersky yang berjumlah lebih dari 7.000.
Berikut ini adalah daftar nama-nama malware (Top 100) yang beredar di
Indonesia menurut laporan dari Kaspersky Lab untuk periode 19 November 2009–26 November 2009.
Trojan-Dropper.Win32.Agent.bihc 31.4623%
Packed.Win32.TDSS.z 19.7932%
Net-Worm.Win32.Kido.ih 17.4298%
HEUR:Trojan.Win32.Generic 12.8508%
Trojan-Spy.Win32.Iespy.bjq 1.3294%
Packed.Win32.TDSS.aa 1.3294%
Packed.Win32.Black.d 1.034%
Trojan.Win32.Sasfis.uak 1.034%
Packed.Win32.Krap.ag 1.034%
HEUR:Worm.Win32.Generic 0.8863%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.cpeo 0.8863%
Trojan-Downloader.Win32.CodecPack.kgs 0.8863%
Backdoor.Win32.Rbot.ksw 0.8863%
Trojan.Win32.Vilsel.mzl 0.4431%
Trojan-Dropper.Win32.Agent.ayuu 0.4431%
Virus.Win32.Sality.aa 0.4431%
Backdoor.Win32.Turkojan.ckc 0.4431%
P2P-Worm.Win32.Bacteraloh.h 0.4431%
Trojan.Win32.Cosmu.dop 0.2954%
P2P-Worm.Win32.Polip.a 0.2954%
Virus.Win32.VB.ki 0.2954%
not-a-virus:AdWare.Win32.Virtumonde.bbtc 0.2954%
Trojan-Dropper.Win32.VB.afel 0.2954%
Backdoor.Win32.VB.kmq 0.2954%
not-a-virus:AdWare.Win32.Agent.lmz 0.2954%
Trojan-Spy.Win32.Iespy.bju 0.2954%
Net-Worm.Win32.Koobface.bse 0.1477%
Trojan-Dropper.Win32.Boaxxe.bg 0.1477%
Trojan-PSW.Win32.VB.bba 0.1477%
Trojan.Win32.Vilsel.ese 0.1477%
Trojan-Downloader.Win32.Small.almj 0.1477%
Backdoor.Win32.Poison.ayxe 0.1477%
HackTool.Win32.KKFinder.af 0.1477%
Packed.Win32.Krap.w 0.1477%
not-a-virus:RemoteAdmin.Win32.WinVNC.c 0.1477%
Trojan-PSW.Win32.VB.aja 0.1477%
Net-Worm.Win32.Koobface.brr 0.1477%
Trojan.Win32.Pincav.lem 0.1477%
Trojan-PSW.Win32.Agent.ngf 0.1477%
Worm.Win32.VBNA.jni 0.1477%
MultiPacked.Multi.Generic 0.1477%
Trojan-Downloader.JS.Agent.gj 0.1477%
HackTool.Win32.Kiser.cw 0.1477%
not-a-virus:AdWare.Win32.E404.n 0.1477%
Trojan.Win32.Vilsel.mbs 0.1477%
Trojan.Win32.FraudPack.aasw 0.1477%
Trojan.Win32.Cosmu.ckk 0.1477%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.fzm 0.1477%
Trojan.Win32.Kreeper.zb 0.1477%
Trojan-GameThief.Win32.OnLineGames.vize 0.1477%
not-a-virus:AdWare.Win32.Cydoor 0.1477%
HackTool.Win32.Kiser.bv 0.1477%
Trojan.Win32.Buzus.bzob 0.1477%
Packed.Win32.Black.a 0.1477%
Backdoor.Win32.Poison.babd 0.1477%
not-a-virus:Client-IRC.Win32.mIRC.g 0.1477%
HEUR:Trojan-Downloader.Win32.Generic 0.1477%
Posted by Unknown 0 comments
Labels: anti virus, basmi virus, conficker, service komputer, trojan dropper, virus kido
Wednesday, July 15, 2009
Kaspersky Temukan Virus Worm Koobface

Satu worm jahat terdeteksi. Kaspersky sebagai salah satu pengembang terkemuka dalam solusi keamanan terhadap ancaman internet melihat adanya ledakan Koobface sepanjang bulan Juni sehubungan dengan musim panas dan liburan di seluruh belahan bumi bagian utara.
Worm jahat ini pertama kali terdeteksi oleh Kaspersky sebagai NetWorm.Win32.Koobface dan menargetkan penyerangan pada akun Facebook dan MySpace. Worm ini menyebar melalui akun pengguna yang sah ke profil teman-teman si pengguna.
Jadi, komentar dan pesan yang dikirimkan oleh worm ini berisi link ke sebuah website palsu YouTube, yang akan mengajak pengguna untuk mengunduh "versi terbaru dari Flash Player". Nah, worm ini ternyata lebih dari sekedar media player yang kemudian akan mengunduh ke mesin korban.
Selanjutnya, setelah si pengguna terinfeksi, dia akan mulai menyebarkan sebuah pesan kepada teman-teman di pemilik akun. Koobface saat ini sudah menargetkan lebih banyak website jejaring sosial seperti facebook, MySpace, Hi5, Bebo, Tagged, Netlog dan yang terbaru adalah Twitter.
Sebelum terlanjur terserang worm jahat ini, ada baiknya mengikuti beberapa tips yang ditawarkan oleh Kaspersky Lab. Berhati-hatilah saat membuka link yang masuk dengan pesan yang mencurigakan, meskipun sang pengirim adalah teman di Facebook Anda. Gunakan juga Internet Explorer 7 running in protected mode atau Firefox dengan NoScript diinstal. Kaspersky juga menghimbau agar tidak membocorkan informasi pribadi sedikit pun. Langkah terakhir adalah tetap mengupdate software antivirus demi mencegah versi terbaru malware menyerang komputer Anda.
Namun jangan kuatir, bila Anda adalah pengguna produk Kaspersky, secara otomatis Anda akan terjamin dari semua varian Net-Worm.Win32.Koobface yang diketahui saat ini. Bahkan hingga saat ini, tim analis Kaspersky Lab masih memantau semua ancaman yang datang dari ruang jejaring sosial, memonitor aktivitas berbahaya dan terus memperbarui perlindungan yang diterima pengguna.
Posted by Unknown 0 comments
Labels: 2009, anti virus, antivirus symantec kaspersky norton, virus koobface, worms koobface
Wednesday, June 3, 2009
Hati-hati Dalam Mengakses Suatu Website
Di masa lalu, untuk menjaga agar komputer tidak terinfeksi dan informasi tidak dicuri, Anda hanya perlu menghindari website yang mencurigakan. Kini, malware tidak lagi eksklusif untuk website jahat. Website resmi pun dapat juga terinfeksi dan meneruskan ancaman kepada pengunjung yang tidak menyadari adanya ancaman.
Baru-baru ini, Symantec Security Response mengamati website yang telah terinfeksi, menyusupi komputer pengunjung situs dan menjadikannya bagian dari botnet, yakni kumpulan komputer yang telah diambil alih oleh penjahat cyber. Botnet ini memanipulasi hasil pencarian Google, menginjeksi iklan-iklan dan link-link tanpa diketahui oleh pengguna yang terinfeksi. Malware tersebut sepertinya telah mengalirkan dolar dari Google dengan cara menginjeksikan iklan-iklan dan link-link untuk pencarian-pencarian tertentu. Pengguna yang terinfeksi akan menerima link pengganti yang mengarah ke situs website jahat dan palsu dalam pencarian mereka di Google.
Symantec telah mendeteksi ancaman ini tetapi belum menerima laporan terjadinya infeksi. Malware ini dieksploitasi oleh serangan-serangan yang membidik kerentanan keamanan dalam software multimedia, pembaca dokumen, browser dan software dari pihak ketiga.
Pada tahun 2008, Symantec mengamati serangan website dari 808.000 URL unik, yang banyak diantaranya merupakan website yang umum diakses, termasuk website berita, travel, ritel online, game, real estate, pemerintah dan sebagainya. Jadi, keyakinan umum bahwa kita akan aman bila hanya mengunjungi website yang baik tidak berlaku lagi.
Symantec menganjurkan pengguna untuk melindungi diri dan menerapkan best practice keamanan.
1. Selalu menjaga agar software keamanan up-to-date
Salah satu tindakan preventif paling penting adalah dengan membuat software se-up-to-date mungkin. Software yang dimaksud meliputi sistem operasi (misalnya Windows), aplikasi, website browser dan software plug-in. Kerentanan keamanan yang baru ditemukan dalam software yang ada merupakan cara termudah bagi penyerang untuk dapat masuk ke dalam sistem tanpa ijin. Penerbit software secara berkala menerbitkan update untuk mengatasi kerentanan keamanan yang sudah diketahui. Bila memungkinkan, pengguna harus mengaktifkan update software otomatis sehingga ketika update terbaru dirilis, akan segera di download dan diinstal ke dalam komputer. Norton Internet Security 2009 misalnya memberikan pulse update setiap 5 hingga 15 menit untuk mendeteksi dan menghilangkan ancaman-ancaman baru. Administrator TI dapat memanfaatkan beragam tools seperti Altiris Client Management Suite dari Symantec, untuk memastikan bahwa sistem sudah dikonfigurasi dengan benar dan tambalan keamanan sudah terpasang di seluruh perusahaan.
2. Selalu Berhati-hati
Berdasarkan sifat ancaman saat ini, konsumen memerlukan peringatan sebelum mengunjungi sebuah situs yang terinfeksi. Fakta membuktikan, hampir 60 persen dari situs tidak aman diidentifikasi oleh Norton Safe Web diketahui mengandung ancaman yang dapat menginfeksi PC tanpa pengguna perlu men-download atau menginstal file. Norton 360 versi 3, misalnya, kini meliputi Norton Safe Web, layanan rating situs Web yang dirancang untuk memperluas layanan perlindungan hingga ke pengalaman online Anda - baik ketika browsing, melakukan pencarian, berbelanja atau berinteraksi. Norton Safe Web memberikan rating situs web paling baru dan paling akurat dengan menggunakan targeted crawling, sebuah Intelligent Aging Algoritma yang unik dan 20 juta anggota komunitas Norton Community Watch. Perusahaan-perusahaan dapat memanfaatkan layanan-layanan hosting, seperti MessageLabs Web Security, untuk menangkap virus, spyware dan web lainnya- ancaman-ancaman di Internet lainnya sebelum memasuki jaringan atau mencapai yang jauh.
Source : Symantec
Posted by Unknown 0 comments
Labels: anti virus, botnet, google, injeksi, malware, phising, search engine, symantec
Friday, May 1, 2009
Daftar 100 Malware bulan April
Kaspersky Lab kembali merilis daftar 100 Malware yang paling banyak menyerang selama periode 16 – 23 April 2009. Kido masih tetap bertahan di peringkat atas. Namun, jumlah serangan program berbahaya ini sudah berkurang 5% dibandingkan periode lalu walaupun tetap banyak intensitas serangannya. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengguna internet di Indonesia sudah mulai sadar akan bahaya malware ini, dan mulai “menambal” komputer mereka.
Berkurangnya intensitas penyerangan Kido, tidak menurunkan intensitas serangan malware lain. Dalam hal intensitas serangan HEUR:Trojan.Win32.Generic masih menduduki peringkat kedua list ini meningkat drastis. Hal ini membuat para pengguna internet harus semakin waspada terhadap serangan Malware.
Berikut list lengkap 100 Malware yang paling banyak menyerang selama periode 16 – 23 April 2009:
Malware name Hits
---------------------------------------------------------
Net-Worm.Win32.Kido.ih 31.2343%
HEUR:Trojan.Win32.Generic 17.4083%
Rootkit.Win32.Podnuha.bsd 14.1898%
Trojan-Dropper.Win32.Small.axv 4.1142%
Backdoor.Win32.Small.hqt 3.7224%
Heur.Win32.Trojan.Generic 2.5189%
Trojan-Dropper.Win32.Agent.zje 1.6513%
Backdoor.Win32.Bifrose.atsn 1.6513%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.wxq 1.5673%
HEUR:Trojan-Downloader.Win32.Generic 1.2315%
Packed.Win32.Katusha.b 1.1475%
Trojan.Win32.Agent.cbst 1.1195%
Trojan-Dropper.Win32.Wlord.nw 0.9516%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.brqb 0.9236%
Net-Worm.Win32.Kido.eo 0.8956%
Trojan-Spy.Win32.Zbot.gen 0.8116%
HEUR:Trojan.Win32.Invader 0.7557%
Heur.Win32.Invader 0.7277%
Trojan.Win32.Agent.cbty 0.6717%
Net-Worm.Win32.Kido.dam.y 0.5598%
not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.ar 0.4478%
Packed.Win32.Koblu.b 0.4198%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.eeq 0.3638%
not-a-virus:AdWare.Win32.Agent.lmz 0.3638%
Heur.Win32.Downloader 0.3359%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.bjhd 0.2799%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.eeo 0.2799%
Packed.Win32.Black.d 0.2519%
not-a-virus:AdWare.Win32.Shopper.v 0.2519%
Backdoor.Win32.KeyStart.ci 0.2519%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.efx 0.2239%
HEUR:Virus.Win32.Generic 0.2239%
Exploit.Win32.DCom.ad 0.2239%
not-a-virus:FraudTool.Win32.AntiSpyWarePro.at 0.2239%
Trojan.Win32.Monder.advp 0.1959%
HEUR:Trojan.Win32.AntiAV 0.1679%
SuspiciousPacker.Multi.Generic 0.1679%
not-a-virus:AdWare.Win32.Relevant.n 0.1399%
Trojan-PSW.Win32.Agent.lta 0.1399%
Virus.Win32.Sality.z 0.1399%
Packed.Win32.Krap.n 0.112%
Trojan-Spy.Win32.Agent.ajzf 0.112%
Trojan-Dropper.Win32.Mutant.a 0.112%
Virus.Win32.Virut.ce .112%
Trojan.Win32.Agent2.hxw 0.112%
Net-Worm.Win32.Kido.cy 0.112%
Trojan-Spy.Win32.SCKeyLog.au 0.112%
Net-Worm.Win32.Kido.gp 0.112%
Trojan.Win32.Agent.byvm 0.112%
HEUR:Trojan.Win32.StartPage 0.112%
not-a-virus:AdWare.Win32.OneStep.z 0.112%
Trojan.Win32.Obfuscated.whl 0.084%
Virus.Win32.Sality.aa 0.084%
Packed.Win32.Black.a 0.084%
Virus.Win32.Alman.b 0.084%
HackTool.Win32.WinArpAttacker.a 0.084%
Trojan-PSW.Win32.IMMultiPass.od 0.084%
Trojan.Win32.Agent2.fvv 0.084%
Backdoor.Win32.SdBot.llg 0.084%
Net-Worm.Win32.Koobface.hh 0.084%
HEUR:Backdoor.Win32.Generic 0.084%
Virus.Win32.VB.ki 0.084%
Trojan.Win32.Buzus.avmh 0.084%
Backdoor.Win32.Frauder.fc 0.084%
Trojan-Dropper.Win32.Tiny.cf 0.084%
Trojan.Win32.Buzus.atxe 0.084%
not-a-virus:AdWare.Win32.Craagle.19 0.056%
Backdoor.IRC.Zapchast.zwrc 0.056%
Packed.Win32.Tdss.f 0.056%
not-a-virus:AdWare.Win32.BHO.fav 0.056%
not-a-virus:AdWare.Win32.BetterInternet.jn 0.056%
Trojan.Win32.VB.beu 0.056%
not-a-virus:Client-IRC.Win32.mIRC.631 0.056%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.efr 0.056%
not-a-virus:Monitor.Win32.KGBSpy.ef 0.056%
Hoax.MSIL.BadJoke.Agent.s 0.056%
Suspicious.Win32.Packer 0.056%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.bqxq 0.056%
not-a-virus:AdWare.Win32.AlexaBar.n 0.056%
Backdoor.Win32.Agobot.qge 0.056%
Trojan-Dropper.Win32.Agent.uuc 0.056%
Backdoor.Win32.Bifrose.agir 0.056%
Trojan-Downloader.Win32.Injecter.cqd 0.056%
Backdoor.Win32.Delf.hwd 0.056%
Email-Worm.Win32.Brontok.dd 0.056%
Trojan.Win32.Agent.cbav 0.056%
not-a-virus:FraudTool.Win32.AntivirusPlus.cw 0.056%
Trojan.Win32.Pakes.mqw 0.056%
not-a-virus:AdWare.Win32.Comet.ap 0.056%
Trojan-Downloader.Win32.FraudLoad.eel 0.056%
HackTool.Win32.Sniffer.WpePro.w 0.056%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.broo 0.056%
Trojan.Win32.Inject.qgt 0.056%
Trojan-Spy.Win32.Zbot.rxh 0.056%
HackTool.Win32.AttKit.c 0.056%
Trojan.Win32.Buzus.jrq 0.056%
Backdoor.Win32.Ciadoor.gn 0.028%
P2P-Worm.Win32.Bacteraloh.h 0.028%
Trojan-Downloader.Win32.Agent.brro 0.028%
HackTool.Win32.Sniffer.Agent.k 0.028%
Source : Kaspersky Lab
Posted by Unknown 0 comments
Labels: anti virus, antivirus pcmav, april 2009, kasperksy, malware, virus conficker, virus downadup, virus kido
Virus lokal w32/agent.fuvr
ARP Spoofing: Keganasan W32/Agent.FUVR
Tutup celah keamanan di jaringan komputer yang Anda kelola dan waspadai keganasan virus W32/Agent.FUVR yang memanfaatkan teknik ARP Spoofing.
Sebelum Windows XP SP2 diluncurkan, cara favorit virus menyebarkan dirinya adalah dengan mengeksploitasi celah keamanan sistem operasi, seperti Windows 98, 2000 / NT Workstation, Windows Server NT/2000, dan Windows XP. Hal ini terlihat ketika CodeRed dan Slapper sukses masuk ke IIS Server berbasis Microsoft serta Apache di Linux.
Pengembang sistem operasi dan aplikasi tidak tinggal diam. Mereka menganalisis penyebab celah keamanan tersebut dapat dieksploitasi oleh virus. Sebagai informasi, celah keamanan adalah kelemahan dalam sistem sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Celah keamanan akan selalu ada dan ditemukan setiap harinya. Celakanya, virus yang mengeksploitasi celah keamanan akan menguasai komputer yang diserangnya sekalipun perangkat tersebut terlindungi dengan antivirus yang di-update. Solusinya, Anda harus rajin melakukan patching untuk menutup celah keamanan tersebut.
Mengapa celah keamanan itu selalu ada? Apakah sengaja diciptakan oleh pembuat aplikasi agar bisnis mereka tetap berjalan? Penjelasannya, software adalah ciptaan manusia. Apapun yang dihasilkan oleh manusia, tentu tidak sempurna. Pengembangan software terkini dapat menghasilkan ukuran file yang cukup besar. Sangat sulit rasanya menciptakan sebuah aplikasi yang sempurna dan terbebas dari celah keamanan.
Oleh karena itu, pertanyaan yang tepat diajukan berkaitan dengan keamanan data adalah, apakah hacker ingin mengeksploitasi sistem operasi tersebut atau tidak? Dan, apakah sistem operasi tersebut cukup menantang untuk diserang? Banyak fakta yang mendukung kenyataan di atas, seperti keberhasilan sistem operasi Macintosh yang dieksploitasi dalam kompetisi hacking.
Jawabannya: Automatic Patching
Keberhasilan CodeRed dan Slapper menyerang sebuah sistem disebabkan server yang berhasil ditaklukkan belum melakukan patching secara berkala. Hal ini karena tenggang waktu antara ditemukannya celah keamanan dan keluarnya patch sangat panjang, mencapai waktu lebih dari 30 hari. Akibatnya, virus yang mengeksploitasi celah keamanan memiliki tenggang waktu sekitar 30 hari untuk merusak sistem tanpa ada yang mencegahnya. Untuk diketahui bersama, waktu yang dibutuhkan oleh virus mencapai penyebaran secara maksimal ke seluruh dunia adalah kurang dari satu minggu.
Pengembang aplikasi dan sistem operasi belajar dari kejadian tersebut. Tenggang waktu untuk mengeluarkan sebuah patch semakin dipersempit dan puncaknya ketika Service Pack 2 Windows XP diluncurkan. Sejak itu, virus yang mengeksploitasi celah keamanan menurun drastis dan penyebarannya cukup terhambat. Hal ini semakin baik ketika Windows Vista di luncurkan. Berbeda dengan Windows sebelumnya, konfigurasi awal Vista adalah “Automatic Update”. Jadi, setiap kali Windows Vista di instalasikan ke PC, secara otomatis, PC tersebut sudah dapat melakukan automatic update untuk patching dirinya sehingga memungkinkan terjadinya Zero Day Vulnerability.
Perkembangan selanjutnya menunjukkan masalah ancaman virus masih jauh dari selesai dan pembuat malware berusaha mencari teknik terbaru untuk mencapai tujuannya, yaitu mengusai komputer atau sistem yang ada. Kini yang menjadi target utama eksploitasi adalah non-sistem operasi yang populer, seperti Adobe, Firefox, IE, Winamp, dan sebagainya. Prinsipnya, pembuat malware ingin mendapatkan dampak maksimal. Celakanya, yang memiliki celah keamanan bukan hanya aplikasi saja, tetapi juga hardware dan sistem IP Address.
Hal ini terlihat dari perkembangan virus terbaru yang memanfaatkan celah keamanan ARP (Address Resolution Protocol) atau dikenal APR (ARP Poison Routing). Virus ini sukses menyebar di seluruh dunia dan celakanya, tidak ada cara yang efektif untuk menjamin jaringan komputer tidak dieksploitasi oleh virus ini kecuali memaksimalkan hardware jaringan yang terpasang dengan menerapkan feature “DHCP Snooping”.
Indikasi
Jika koneksi Internet di kantor mengalami kelambatan atau ketika Anda menjalankan Yahoo Messenger lalu mendapatkan pesan “An error has occured in the script on this page”, kemungkinan besar jaringan yang Anda gunakan telah terinfeksi virus W32/Agent.FUVR.
Aksi virus W32/Agent.FUVR adalah sebagai berikut :
* Windows XP tanpa antivirus / antivirus tidak terupdate. Tidak ada gejala apa-apa dan dapat langsung terinfeksi, sekaligus menjadi host virus di jaringan.
* Windows XP dengan antivirus di-update dan mampu mendeteksi virus ini.Ketika menjalankan sejumlah aplikasi, seperti IE, Firefox, Safari, Yahoo Messenger, dan MSN Messenger akan mendapatkan pesan ada virus terdeteksi di Windows.
* Windows Vista. Ketika menjalankan aplikasi IE, Firefox, Yahoo Messenger, MSN Messenger akan mendapatkan pesan untuk men-download error script dari website http://root.51113.com/root.gif, http://hk.www404.cn:53/ads.js, dan http://err.www404.cn:443/014.html.
Antivirus saja tidak cukup
Hampir semua program antivirus dapat mendeteksi virus tersebut. Norman Virus Control mendeteksinya sebagai W32/Agent.FUVR. Sebagai Trojan-Downloader.JS.Agent.byh terdeteksi oleh Kaspersky. HEUR/Exploit.HTML oleh Avira, Mal/ObfJS-X oleh Sophos, dan JS_PSYME.CPZ oleh antivirus Trend Micro. Dapat Anda perhatikan, virus ini tidak dapat menginfeksi komputer yang terlindungi apliaksi antivirus yang telah di-update.
Namun, sangat sulit rasanya melindungi seluruh komputer di jaringan walau pun telah terpasang antivirus yang telah update. Masalah lainnya, jika ada komputer atau notebook yang dihubungkan ke jaringan intranet dan perangkat tersebut telah terinfeksi virus ini, dalam waktu singkat, perangkat tersebut dapat memalsukan dirinya sebagai router atau geteway lalu menyebarkan dirinya ke seluruh komputer lain dalam jaringan.
Selain itu, virus W32/Agent.FUVR memiliki kemampuan mengupdate dirinya secara otomatis. Hal ini sangat berbahaya, karena dapat menaklukkan semua program antivirus yang ada.
Lalu, bagaimana menutup celah keamanan yang disebabkan jaringan komputer mengandung kelemahan ARP Spoofing? Solusinya segeralah beralih menggunakan perangkat yang mendukung DHCP Snooping. Solusi lainnya yang cukup menghemat biaya yaitu dengan menggunakan perintah “arp-s” dari DOS Prompt guna mengunci IP dan Mac Address gateway di tiap PC. Namun solusi ini akan menjadi kendala jika PC yang akan dikonfigurasi jumlahnya ribuan dan tersebar di banyak lokasi.
Mengatasi sistem terinfeksi
Jika sistem jaringan yang Anda gunakan terinfeksi virus ini, Anda dapat melakukan beberapa tindakan. Tindakan pertama yaitu mencari komputer yang terinfeksi dengan bantuan tools gratis Mac Scanner (www.colasoft.com/mac_scanner/mac_scanner.php). Anda dapat menjalankan tool ini di komputer yang terhubung ke jaringan intranet. Lalu lihat IP yang memiliki Mac Address yang sama dengan Gateway atau Proxy (gambar 1).
Dalam gambar 1, terlihat Gateway IP 192.168.1.1 memiliki MAC Address yang sama dengan IP 192.168.1.106, yaitu 00:01:6C:CD:D5:24. Langkah selanjutnya memutuskan hubungan IP 192.168.1.106 dari jaringan dan membersihkan virus yang ada di dalam perangkat tersebut.
Sebagai langkah pamungkas, Anda dapat menggunakan perintah “arp -s [IP Gateway / Proxy] [MAC Address Gateway / Proxy]” untuk menetapkan static IP dan MAC Address di setiap komputer. Jika Anda memiliki banyak komputer yang terhubung ke jaringan, disarankan memanfaatkan perangkat jaringan, seperti switch yang telah mendukung feature DHCP Snooping. Oleh karena itu, cek apakah switch yang digunakan telah memiliki feature ini. Jika mendukung, langsung atur paremeternya guna menghindari keganasan virus W32/Agent.FUVR.
Posted by Unknown 0 comments
Labels: anti virus, celah keamanan windows, exploit arp spoofing, hacker, hacking, malware W32/Agent.FUVR, patching, pcmav, virus lokal
BloGRoLL
Free Search Engine Submission
Ezilon Asia - Search Engine and Directory
Popular Directory Pop-Net.org A List Directory Sabuco Web Directory Quality Web Directory HZJSW Web Directory Key to the Web Directory Increase Page Rank Multiple Search Engine Mitra Komputer Google.com Google.co.id







