Showing posts with label mengapus virus trojan. Show all posts
Showing posts with label mengapus virus trojan. Show all posts

Friday, March 11, 2011

Virus Trojan Malware di Android

Serangan Virus Trojan Malware pada Handphone Android

Ancaman virus pada mobile phone mulai meningkat sekarang ini, dan sistem Android adalah yang paling sering menjadi target favorit. Google membuat platform Android 'Open Source' dan merilis dokumentasi pengembangan aplikasi, source kode, dan SDK lengkap. Menjadikan pengembangan Android cukup mudah bagi siapa saja, cukup membayar biaya pendaftaran sebesar US $25 sudah kita sudah bisa meng-upload aplikasi ke Android Market.

Google mempercayakan kepada komunitas pengembang dan pengguna untuk menilai suatu aplikasi apakah aplikasi tersebut 'malware' atau bukan. Sehingga mendorong para programmer untuk mengembangkan aplikasi yang pada akhirnya akan menarik orang untuk membeli smartphone Android karena banyaknya aplikasi yang tersedia.

Namun keterbukaan ini juga menarik 'penjahat cyber', sepertinya popularitas Android telah menjadi kesempatan yang sempurna bagi mereka untuk mengambil keuntungan - virus di android -. Sebagaimana kita lihat pada malware Android yang pertama, trojan yang diupload pada pasar Market bebas, dengan harapan pengguna akan mendownloadnya. Aplikasi trojan menjadi hal yang normal pada platform Android, untuk itu disarankan pengguna mendownload aplikasi hanya pada situs terpercaya, tentu saja hanya di Android Market.

Namun para penjahat kriminal tampaknya telah beberapa kali lolos dari sistem dan bisa mengupload sejumlah aplikasi trojan / Malware seperti yang dideteksi oleh TrendMicro sebagai Trojan AndroidOS_Lotoor.A

Aplikasi yang sempat dianalisa adalah aplikasi trojan berbentuk game dengan nama Falling down. Trojan ini mirip dengan game aslinya dan juga bisa dimainkan.


Satu-satunya perbedaan nyata antara aplikasi ber-Trojan dengan game aslinya adalah pada jumlah sumber daya perangkat yang aplikasi game minta izin untuk diakses.


Dibalik serangan ini para penjahat cyber berharap bahwa pengguna aplikasi tanpa sadar akan memberikan akses ke dalam sistem Android, untuk bisa mengakses sumber daya yang bahkan tidak berhubungan sama sekali dengan gamenya.

Malware ini seperti halnya yang lain, berusaha mengumpulkan informasi perangkat seperti nomor IMEI dan IMSI. Apa yang baru adalah bagaimana malware ini akan akan masuk kedalam sistem root. Dengannya malware dapat mendapatkan full akses kedalam sistem Android yang terinfeksi, mirip dengan jailbreaking pada perangkat iPhone. AndroidOS_Lotoora.A menggunakan 2 binary serangan dan exploit yang menjadi celah untuk mendapatkan akses ke root.

Menurut Google aplikasi ber-trojan sekarang sudah dihapus dari Android Market, Selain itu, tim Android juga menghapus program-program malware bervirus dari smartphone Android penggunanya secara remote an memasangkan aplikasi Android Market Security Tool 2011.

source: trendmicro.com service komputer

Monday, August 30, 2010

Tutorial Menghapus Virus Pengeksploitasi Celah Windows

Tutorial Menghapus Virus Pengeksploitasi Celah Windows

Jakarta - Kehadiran virus W32/VBWorm.BEUA atau yang lebih dikenal sebagai virus shortcut yang mengeksploitasi celah keamanan terbilang cukup meresahkan. Sebab, meski berlabel virus lokal, ia tidak hanya memanfaatkan keteledoran pengguna. Namun telah 'naik kelas' dengan menerobos celah keamanan Windows.

Simak 8 langkah praktis untuk mendepak virus yang mampu mengubah folder yang ada di dalam USB flash disk menjadi shortcut tersebut, menurut Adang Jauhar Taufik, analis dari Vaksincom:

1. Nonaktifkan 'System Restore' untuk sementara selama proses pembersihan.

2. Putuskan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan.

3. Matikan proses virus yang aktif di memori dengan menggunakan tools 'Ice Sword'. Setelah tools tersebut terinstal, pilih file yang mempunyai icon 'Microsoft Visual Basic Project' kemudian klik 'Terminate Process'. Silahkan download tools tersebut di http://icesword.en.softonic.com/

4. Hapus registri yang sudah dibuat oleh virus dengan cara:
-. Klik menu [Start]
-. Klik [Run]
-. Ketik REGEDIT.exe, kemudian klik tombol [OK]
-. Pada aplikasi Registry Editor, telusuri key [HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run]
-. Kemudian hapus key yang mempunyai data [C:\Document and Settings\%user%].

5. Disable autoplay/autorun Windows. Copy script di bawah ini pada program notepad kemudian simpan dengan nama REPAIR.INF, install file tersebut dengan cara: Klik kanan REPAIR.INF --> INSTALL

[Version]
Signature="$Chicago$"
Provider=Vaksincom

[DefaultInstall]
AddReg=UnhookRegKey
DelReg=del

[UnhookRegKey]
HKLM, Software\CLASSES\batfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\comfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\exefile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\piffile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKLM, Software\CLASSES\regfile\shell\open\command,,,"regedit.exe "%1""
HKLM, Software\CLASSES\scrfile\shell\open\command,,,"""%1"" %*"
HKCU, Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer, NoDriveTypeAutoRun,0x000000ff,255
HKLM, SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\Explorer, NoDriveTypeAutoRun,0x000000ff,255


6. Hapus File induk dan file duplikat yang dibuat oleh virus termasuk di flash disk. Untuk mempercepat proses pencarian, Anda dapat menggunakan fungsi 'Search'. Sebelum melakukan pencarian sebaiknya tampilkan semua file yang tersembunyi dengan mengubah pada setting Folder Options.

Jangan sampai terjadi kesalahan pada saat menghapus file induk maupun file duplikat yang telah dibuat oleh virus. Lalu hapus file induk virus yang mempunyai ciri-ciri:

-. Icon 'Microsoft Visual Basic Project'.
-. Ukuran File 128 KB (untuk varian lain akan mempunyai ukuran yang bervariasi).
-. Ekstesi file '.EXE' atau '.SCR'.
-. Type file 'Application' atau 'Screen Saver'.

Kemudian hapus File duplikat shortcut yang mempunyai ciri-ciri:

>. Icon Folder atau icon
>. Ekstensi .LNK
>. Type File 'Shortcut'
>. Ukuran file 1 KB

Hapus juga file yang .DLL (contoh: ert.dll) dan file Autorun.inf di flash disk atau folder yang di-share. Sementara untuk menghindari virus tersebut aktif kembali, hapus file induk yang mempunyai ekstensi EXE atau SCR terlebih dahulu baru kemudian hapus file Shortcut (.LNK).

7. Tampilkan kembali folder yang telah disembunyikan oleh virus. Untuk mempercepat proses tersebut, silahkan download tools UnHide File and Folder di http://www.flashshare.com/bfu/download.html.

Setelah diinstall, pilih direktori [C:\Documents and settings] dan folder yang ada di flash disk dengan cara menggeser ke kolom yang sudah tersedia. Pada menu [Attributes] kosongkan semua pilihan yang ada, kemudian klik tombol [Change Attributes].

8. Install security patch 'Microsoft Windows Shell shortcut handling remote code execution vulnerability-MS10-046'. Silakan download security patch tersebut di http://www.microsoft.com/technet/security/Bulletin/MS10-046.mspx

Seperti biasa, untuk pembersihan secara optimal dan menecegah infeksi ulang, sebaiknya install dan scan dengan antivirus yang up-to-date dan sudah dapat mendeteksi virus ini dengan baik.

detikInet

Chip Online Indonesia